Lompat ke isi utama

Berita

Beri Ruang Masyarakat Perkuat Pendidikan Demokrasi

Bawaslu Jepara Selenggarakan Podcast Bawaslu Menyapa dengan Narasumber Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Jepara periode 2026–2028, Salsabila Oktaviana Falih (Salsa) dan Nurul Khotimatul K selaku Staf Teknis Bawaslu Jepara sebagai Moderator, (3/11).

Bawaslu Jepara Selenggarakan Podcast Bawaslu Menyapa dengan Narasumber Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Jepara periode 2026–2028, Salsabila Oktaviana Falih (Salsa) dan Nurul Khotimatul K selaku Staf Teknis Bawaslu Jepara sebagai Moderator, (3/11).

Bawaslu Jepara - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Jepara membuka ruang bagi masyarakat untuk turut berperan dalam memberikan pendidikan demokrasi, khususnya kepada generasi muda dan pelajar. Ruang tersebut diwujudkan dengan menghadirkan pemateri dari berbagai unsur masyarakat dan organisasi untuk berbagi pengetahuan mengenai demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan.

Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Jepara periode 2026–2028, Salsabila Oktaviana Falih (Salsa), menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut (3/11). Kehadiran Salsa menjadi bagian dari ruang yang diberikan Bawaslu Jepara kepada organisasi masyarakat dan pelajar untuk menyampaikan pandangan sekaligus memberikan pendidikan demokrasi kepada generasi muda.

Salsa menilai pendidikan demokrasi bagi pelajar sangat penting. Menurutnya, pelajar tidak hanya berada pada posisi sebagai pemilih pemula, tetapi juga merupakan generasi yang nantinya memiliki peran dalam menentukan arah bangsa.

“Pendidikan demokrasi dan pengawasan sangat penting bagi pelajar, karena mereka bukan hanya pemilih pemula, tetapi juga generasi penentu arah masa depan bangsa,” ujar Salsa.

Menurutnya, pemberian ruang kepada masyarakat dan organisasi kepemudaan untuk menyampaikan pendidikan demokrasi dapat memperluas pemahaman generasi muda mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

Baca Juga : Bawaslu Jepara Ajak Masyarakat Wujudkan Kampanye Sehat dan Bermartabat

Salah satu hal yang menjadi perhatian Salsa adalah penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Menurutnya, media sosial memiliki dua sisi karena dapat membantu masyarakat memperoleh informasi, tetapi juga berpotensi menjerumuskan apabila informasi yang diterima tidak disaring terlebih dahulu.

“Media sosial membantu memperoleh informasi, tetapi pelajar harus kritis dan memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya,” kata Salsa.

Ia menekankan bahwa pelajar tidak seharusnya hanya melihat sebuah informasi kemudian langsung mempercayainya. Setiap informasi, terutama yang berkaitan dengan isu politik dan demokrasi, perlu ditelusuri lebih jauh dengan mencari sumber dan informasi pembanding. Salsa juga mendorong pelajar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi turut berperan dalam menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat.

“Pelajar tidak hanya harus kritis mencari informasi, tetapi juga menyebarkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Melalui forum yang difasilitasi Bawaslu Jepara tersebut, pendidikan demokrasi tidak hanya ditempatkan sebagai materi mengenai pemilu, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat agar mampu berpartisipasi secara aktif, kritis, dan bertanggung jawab.

Kehadiran organisasi seperti PD IPM menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengalaman organisasi dengan kebutuhan pendidikan demokrasi di kalangan pelajar. Nilai musyawarah, tanggung jawab, keadilan, serta penghargaan terhadap perbedaan yang diterapkan dalam kehidupan organisasi dapat menjadi bekal bagi pelajar dalam memahami praktik demokrasi.

Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, pendidikan semacam ini semakin relevan. Pelajar perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi, mengenali informasi yang menyesatkan, serta menghindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi.

Bawaslu Jepara melalui ruang partisipasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi dapat melibatkan berbagai elemen masyarakat. Organisasi pelajar, organisasi keagamaan, komunitas, maupun kelompok masyarakat lainnya dapat mengambil peran sebagai bagian dari proses peningkatan kesadaran politik dan pengawasan partisipatif. Bawaslu membuka seluas-luasnya bagi organisasi atau unsur masyarakat untuk memberikan pandangannya melalui program-program Bawaslu. Pandangan akan dipublikasikan memlaui medias sosial Bawaslu Jepara. 

Dengan adanya ruang tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi objek dalam pendidikan demokrasi, tetapi juga dapat menjadi pihak yang aktif memberikan pengetahuan dan membangun kesadaran di lingkungannya masing-masing.

Bagi generasi muda, pendidikan demokrasi diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai penggunaan hak pilih. Lebih dari itu, pelajar didorong untuk memahami bahwa mereka memiliki peran dalam mengawal proses demokrasi, menyaring informasi secara kritis, serta turut menentukan arah kehidupan bangsa.

Penulis: Misbakhus Sholihin
Foto: Royyan Haris M. 
Editor: Humas Bawaslu Jepara