Media Bukan Sekadar Peliput, tetapi Pengawal Informasi Pemilu
|
Bawaslu Jepara — Di tengah derasnya arus informasi digital, media massa dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga akurat. Dalam konteks Pemilu, peran tersebut menjadi semakin penting karena berkaitan langsung dengan kepercayaan publik.
Jurnalis GISTARA.COM, Ahmad Dzulfikar, menilai media memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai penyampai informasi sekaligus penyaring terhadap informasi yang beredar di masyarakat.
“Media itu jembatan. Tapi sebelum menyampaikan, harus dipastikan dulu kebenarannya,” kata Dzulfikar dalam diskusi Bawaslu Menyapa yang digelar Bawaslu Jepara, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, banyak informasi terkait Pemilu yang beredar tidak selalu berasal dari kejadian terkini. Tanpa proses verifikasi, media berisiko memperkuat informasi yang keliru. Karena itu, komunikasi dengan penyelenggara Pemilu seperti Bawaslu menjadi langkah penting untuk memastikan akurasi berita.
“Biasanya kami konfirmasi dulu ke pihak terkait sebelum publikasi,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut juga mengemuka bahwa kolaborasi antara Bawaslu dan media perlu terus ditingkatkan. Kerja sama keduanya dinilai penting, terutama dalam meningkatkan literasi politik masyarakat. Salah satu bentuk kolaborasi yang dapat diperkuat adalah publikasi kanal aduan masyarakat serta penyebaran konten edukatif yang lebih menarik.
Menurut Dzulfikar, pendekatan kreatif seperti desain visual atau konten ringan dapat membantu mengurangi kesan bahwa politik adalah sesuatu yang rumit dan tidak menarik.
“Kalau dikemas menarik, masyarakat jadi lebih mau memahami,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap isu yang beredar. Dalam situasi tertentu, keterlambatan klarifikasi justru membuka ruang berkembangnya hoaks.
Selain itu, tantangan independensi media tetap menjadi sorotan, terutama ketika berhadapan dengan kepentingan politik maupun relasi komersial seperti iklan.
“Berita harus tetap berimbang. Beda dengan iklan yang memang punya ruang sendiri,” jelasnya.
Sebagai solusi, ia mendorong adanya forum komunikasi rutin antara Bawaslu dan media, baik dalam bentuk diskusi berkala maupun koordinasi informal. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan arus informasi tetap terjaga, sekaligus memperkuat pengawasan publik terhadap proses Pemilu.
Dengan sinergi yang lebih solid, peran media tidak hanya berhenti pada peliputan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan demokrasi itu sendiri.
Penulis: Ghani Rizky M.
Foto: Ahmad Andredy K.
Editor: Wahidatun Khoirunnisa