Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jepara Jajaki Kerja Sama dengan Kemenag untuk Perkuat Pendidikan Politik dan Partisipasi Pemilih

Bawaslu Jepara melaksanakan audiensi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan, khususnya di bidang pendidikan politik dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilu pada Kamis, (16/04).

Bawaslu Jepara melaksanakan audiensi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan, khususnya di bidang pendidikan politik dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilu pada Kamis, (16/04).

Bawaslu Jepara - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Jepara melaksanakan audiensi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan, khususnya di bidang pendidikan politik dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam Pemilu pada Kamis, (16/04).

Dalam audiensi tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Jepara, Sujiantoko, menyampaikan harapannya agar Bawaslu dapat menggandeng santri serta siswa-siswi madrasah untuk turut berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi. Menurutnya, upaya ini perlu dipersiapkan sejak dini, mengingat generasi muda saat ini semakin kritis terhadap isu-isu publik.

“Kami berharap melalui kerja sama dengan Kemenag, situasi dan kondisi demokrasi yang baik di Kabupaten Jepara dapat terus terjaga. Selain itu, kami juga berharap dapat berpartisipasi dalam berbagai forum yang ada di lingkungan Kemenag,” ungkap Sujiantoko.

Lebih lanjut, Sujiantoko menjelaskan bahwa saat ini Bawaslu Kabupaten Jepara belum berstatus satuan kerja, sehingga diperlukan penguatan kelembagaan melalui kerja sama formal, salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu juga telah membawa draft MoU untuk dapat dikaji bersama.

Sujiantoko juga menambahkan pentingnya penguatan kerja sama dalam menjaga kondusifitas wilayah. Salah satunya melalui upaya bersama untuk mengajak masyarakat menekan penyebaran isu-isu yang berkaitan dengan politisasi agama dan SARA, sehingga stabilitas sosial dan kualitas demokrasi di Kabupaten Jepara tetap terjaga.

Baca Juga : Tingkatkan Keahlian Konten Kreatif, Bawaslu Jepara Gelar Peningkatan Kapasitas SDM

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kemenag Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Bawaslu. Ia menilai bahwa Kemenag dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung terciptanya demokrasi yang sehat dan berimbang.

“Saya tidak menyangka Kemenag dapat menjadi mitra strategis Bawaslu. Demokrasi akan berjalan dengan baik apabila ada fungsi pengawasan yang kuat sebagai penyeimbang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi bagi pemilih, terutama di tengah meningkatnya kecenderungan apatisme dalam penggunaan hak pilih. Menurutnya, fenomena tersebut perlu menjadi perhatian bersama, meskipun diharapkan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.

“Kami akan mengkaji draft kerja sama yang disampaikan. Pada prinsipnya, kami mempersilakan Bawaslu untuk hadir dan memanfaatkan berbagai forum serta kegiatan yang ada di Kemenag. Kami siap mendukung demi kepentingan bangsa dan negara,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Jepara, Ali Purnomo, turut menambahkan bahwa pihaknya siap memberikan sosialisasi kepada para guru terkait pentingnya menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam penyelenggaraan Pemilu.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih konkret antara Bawaslu dan Kemenag Kabupaten Jepara, guna meningkatkan kualitas demokrasi melalui pendidikan politik yang inklusif dan berkelanjutan.

Bawaslu Jepara melaksanakan audiensi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan, khususnya di bidang pendidikan politik dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilu pada Kamis, (16/04).

Penulis: Nurul Khotimatul K.
Foto: Ahmad Andredy K.
Editor: Wahidatun Khoirunnisa