Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jepara Soroti Pengawasan dan Tantangan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Bawaslu Jepara menggelar program Bawaslu Menyapa pada Senin (8/6) dengan mengangkat tema “Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB): Pengawasan dan Tantangannya” dengan narasumber Ali Purnomo, M.Pd.I dan dipandu oleh moderator Laili Anisa.

Bawaslu Jepara menggelar program Bawaslu Menyapa pada Senin (8/6) dengan mengangkat tema “Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB): Pengawasan dan Tantangannya” dengan narasumber Ali Purnomo, M.Pd.I dan dipandu oleh moderator Laili Anisa.

Bawaslu Jepara - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Jepara menggelar program Bawaslu Menyapa pada Senin (8/6) dengan mengangkat tema “Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB): Pengawasan dan Tantangannya.” Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ali Purnomo, M.Pd.I dan dipandu oleh moderator Laili Anisa. Diskusi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya PDPB sebagai fondasi dalam mewujudkan Pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Dalam pemaparannya, Ali Purnomo menjelaskan bahwa kualitas penyelenggaraan Pemilu sangat ditentukan oleh kualitas data pemilih. Menurutnya, proses pemutakhiran data pemilih merupakan tahapan yang paling panjang dan berlangsung secara berkelanjutan. 

“Data pemilih merupakan aspek yang sangat penting dan krusial dalam penyelenggaraan Pemilu. Kualitas Pemilu dapat dinilai dari kualitas data pemilih yang dimiliki, sehingga proses pemutakhiran harus dilakukan secara berkelanjutan untuk menyongsong Pemilu 2029 yang lebih baik,” ujar Ali.

Ali juga menegaskan peran strategis Bawaslu dalam mengawal proses PDPB melalui pengawasan melekat terhadap pelaksanaan teknis yang dilakukan oleh KPU. Ia mengingatkan bahwa data pemilih yang tidak valid berpotensi menimbulkan persoalan hingga sengketa Pemilu. Dalam pelaksanaannya, pengawasan PDPB masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan akses terhadap data DP4, keterbatasan sumber daya manusia, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

Baca Juga : Bawaslu Jateng Dorong Penguatan Literasi Pengawasan Hadapi Tantangan Era Digital dan AI 

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, Bawaslu terus melakukan langkah-langkah pencegahan melalui penyampaian imbauan kepada KPU, menjalin koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta pemerintah desa dalam menginventarisasi data pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS), serta memberikan saran perbaikan kepada KPU. Selain itu, sinergi antara Bawaslu, KPU, dan instansi terkait dinilai sangat penting guna mendukung keberhasilan pelaksanaan PDPB. Di tengah perkembangan teknologi, Ali menilai digitalisasi memberikan kemudahan dalam pengelolaan data, meskipun masih terdapat keterbatasan pada sistem pendataan yang perlu terus disempurnakan.

Menutup kegiatan tersebut, Ali Purnomo mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mendukung pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat, khususnya pemilih pemula, perlu memastikan dirinya telah terdaftar sebagai pemilih dan segera melakukan pembaruan data apabila terdapat perubahan data kependudukan. 

“PDPB tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara Pemilu, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Dengan keterlibatan semua pihak, kualitas data pemilih dapat terjaga sehingga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Pemilu 2029 yang demokratis, akurat, dan berintegritas,” tegas Ali. 

Bawaslu Jepara berharap kolaborasi antara penyelenggara Pemilu, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menjaga kualitas data pemilih dan meningkatkan kualitas demokrasi ke depan.

Bawaslu Jepara menggelar program Bawaslu Menyapa pada Senin (8/6) dengan mengangkat tema “Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB): Pengawasan dan Tantangannya” dengan narasumber Ali Purnomo, M.Pd.I dan dipandu oleh moderator Laili Anisa.

Penulis: Ahmad Andredy K.
Foto: Nurul Khotimatul K.
Editor: Wahidatun Khoirunnisa