Lompat ke isi utama

Berita

Mewujudkan Demokrasi yang Berkualitas Diskursus Rekomendasi untuk Pemilihan Tahun 2024

Podcast Ngabuburit Edisi Ramadhan Bawaslu Jepara dengan Narasumber Ketua Bawaslu Jepara SUjiantoko dan Host Misbakhus Sholihin

Podcast Ngabuburit Edisi Ramadhan Bawaslu Jepara dengan Narasumber Ketua Bawaslu Jepara SUjiantoko dan Host Misbakhus Sholikin

Pemilihan pemimpin merupakan salah satu pilar utama dalam sistem demokrasi. Dalam konteks pemilihan kepala daerah (Pilkada), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa proses pemilihan berjalan dengan adil, transparan, dan akuntabel. Mengingat tantangan yang dihadapi, berikut adalah beberapa rekomendasi dari Bawaslu Jepara yang dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan kualitas pemilihan yang akan datang.

Pertama, Bawaslu Jepara sebagai bagian dari instrumen demokrasi telah melakukan pengawasan dari hulu sampai hilir. Pengawasan yang efektif dari Bawaslu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penetapan pemilihan. Koordinasi yang baik antara Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan stakeholder lainnya sangat diperlukan. Dalam hal ini, Bawaslu perlu meningkatkan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari pelanggaran yang dapat merusak integritas pemilihan. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan pelaksanaan Pilkada dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

Kedua, salah satu tantangan yang dihadapi dalam pemilihan adalah partisipasi masyarakat. Selain faktor materi, kondisi masyarakat yang banyak bermigrasi ke kota-kota besar atau bahkan ke luar negeri menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Oleh karena itu, penyelenggara pemilihan perlu mengembangkan program-program yang dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses pemilihan. Edukasi mengenai pentingnya suara mereka dalam menentukan masa depan daerah harus menjadi prioritas. Masyarakat perlu diyakinkan bahwa setiap suara sangat berarti dan dapat mempengaruhi hasil pemilihan.

Ketiga, meskipun laporan mengenai praktik money politic tidak banyak, hal ini tetap menjadi perhatian. Bawaslu Jepara telah melakukan penanganan pelanggaran terhadap dugaan politik uang. Namun begitu Bawaslu akan terus meningkatkan pengawasan, pencegahan dan menindak praktik-praktik yang merugikan demokrasi ini. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran ini akan memberikan efek jera dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilihan.

Keempat, keamanan selama pelaksanaan pemilihan sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif. Sinergitas antara TNI, Polri, Bawaslu, dan pemerintah daerah harus terus ditingkatkan. Komunikasi yang baik dengan tokoh agama dan masyarakat juga perlu diperkuat untuk menjaga stabilitas dan keamanan. Dengan demikian, pelaksanaan pemilihan dapat berlangsung tanpa gangguan. Pada Pemilhan tahun 2024, keamanan di Kabupaten Jepara cukup baik.

Baca Juga: Bawaslu Jepara dan BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Santunan Jaminan Kematian kepada Ahli Waris Pengawas Adhoc Pemilihan 2024

Hal ini tidak terlepas dari sinergitas antara Bawaslu, Kepolisian, TNI dan pemerintah daerah untuk menciptakan kondusifitas, termasuk juga Bawaslu menjaga komunikasi dan sinergitas dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya sehingga hal tersebut perlu ditingkatkan. Menurut Ketua Bawaslu Jepara ada pepatah terkait pelaksanaan Pilkada di Jepara “Jangankan ranting patah kaca pecah pun kalau bisa tidak ada, guna menjaga kebersamaan dan menjaga demokrasi yang baik”. Semua hal itu sudah terwujud pada Pilkada tahun 2024 sesuai dengan harapan Bawaslu Jepara.

Kelima, partisipasi pemilih yang mencapai hampir 80% menunjukkan dukungan yang kuat terhadap calon yang terpilih. Namun, KPU dan Bawaslu harus terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan pemahaman partisipasi pengawasan pemilih dengan memberikan pendidikan politik yang memadai. Masyarakat perlu memahami pentingnya memilih pemimpin yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Keenam, harapan Bawaslu Jepara adalah agar proses demokrasi di Indonesia, khususnya dalam konteks Pilkada, dapat berjalan lebih baik. Pendidikan politik yang baik akan membantu masyarakat memahami pentingnya berpartisipasi dalam pengawasan dan pemilihan. Dengan demikian, kita dapat menciptakan pemimpin yang benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat.

Terakhir, Pilkada adalah milik kita bersama,  oleh karena itu pelaksanaannya harus dilakukan secara kolaboratif. Semua elemen masyarakat termasuk Bawaslu, KPU, masyarakat, stakeholder terkait harus bersatu untuk mengawasi dan memilih demi kebaikan bersama. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa daerah ke arah yang lebih baik.

Dengan rekomendasi-rekomendasi ini, diharapkan pemilihan kepala daerah yang akan datang dapat berjalan dengan baik, menghasilkan pemimpin yang berkualitas, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di Indonesia. Mari kita jaga dan laksanakan Pilkada dengan penuh tanggung jawab demi masa depan yang lebih baik.

Sumber : Ketua Bawaslu Jepara Sujiantoko pada kegiatan Ngabuburit Pengawasan pada 10 Maret 2025 di Kantor Sekretariat Bawaslu Jepara

Penulis: Misbakhus Sholikin
Foto : Royyan Haris M.
Editor: Humas Bawaslu Jepara