Wujudkan Pemilu Adil: Keadilan Harus Ditegakkan Tanpa Pandang Bulu
|
Bawaslu Jepara – Keadilan merupakan fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat dan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu). Hal tersebut ditegaskan oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi, Khomaru Zaman, dalam program "Ngabuburit Pengawasan" yang digelar baru-baru ini.
Dalam pemaparannya, Khomaru Zaman menekankan bahwa pemilu yang adil hanya dapat terwujud apabila setiap prosesnya berjalan sesuai aturan dan setiap pelanggaran ditangani secara tegas, objektif, serta berintegritas. Ia mengutip pesan mendalam dari Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 135 yang memerintahkan umat beriman untuk menjadi penegak keadilan tanpa dipengaruhi kepentingan pribadi maupun jabatan.
"Keadilan harus ditegakkan meskipun terhadap diri sendiri atau kerabat. Allah SWT mengingatkan kita bahwa kebenaran di atas segalanya, baik terhadap orang kaya maupun miskin," tegas Khomar.
Lebih lanjut, ia merujuk pada hadis Rasulullah SAW mengenai kehancuran umat terdahulu akibat ketimpangan hukum. Beliau menegaskan bahwa integritas berarti berani bersikap adil terhadap siapapun, termasuk mereka yang memiliki kekuasaan besar.
"Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Jika integritas ini hilang, maka kepercayaan publik terhadap demokrasi akan runtuh," tambahnya.
Dalam konteks pengawasan Pemilu, Khomaru Zaman menguraikan empat pilar utama penegakan hukum yang berintegritas:
Menjalankan aturan secara profesional dan objektif;
Menolak segala bentuk intervensi atau tekanan dari pihak manapun;
Mengutamakan kebenaran berdasarkan fakta lapangan;
Menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas publik.
Meskipun Bawaslu memiliki peran sentral, ia mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga keadilan Pemilu adalah milik seluruh lapisan masyarakat. Kontribusi masyarakat dapat diwujudkan melalui pelaporan dugaan pelanggaran, penolakan terhadap praktik kecurangan, serta menjaga suasana damai selama tahapan berlangsung.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen bersama. Setiap kejujuran yang kita lakukan dan setiap pelanggaran yang kita cegah adalah amal kebaikan yang berharga di sisi Allah SWT,” pungkas Khomar menutup sesi tersebut.
Penulis: Wahidatun Khoirunnisa
Foto: Royyan Haris M.
Editor: Humas Bawaslu Jepara