Demokrasi Berkelanjutan, Bawaslu Jepara Ajak Masyarakat Aktif Mengawasi di Masa Non Tahapan
|
Bawaslu Jepara - Bawaslu Kabupaten Jepara kembali menayangkan program Ngabuburit Pengawasan melalui kanal YouTube Bawaslu Kabupaten Jepara pada Kamis, (12/3) dengan mengangkat tema “Demokrasi Berkelanjutan: Peran Bawaslu dan Masyarakat dalam Masa Non Tahapan.” Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Jepara dalam memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa pengawasan demokrasi tidak hanya dilakukan saat tahapan Pemilu berlangsung, tetapi juga pada masa non tahapan.
Kultum Ngabuburit Pengawasan tersebut disampaikan oleh Nurul Khotimatul K., Staf Bawaslu Kabupaten Jepara Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, yang menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat memahami aktivitas kepemiluan hanya terjadi pada saat kampanye, pemungutan suara, atau penetapan hasil. Padahal, menjaga kualitas demokrasi merupakan proses yang berkelanjutan dan harus dilakukan secara terus-menerus, termasuk pada periode di luar tahapan Pemilu maupun Pemilihan.
Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa masa non tahapan bukanlah masa tanpa kegiatan, melainkan waktu yang sangat penting untuk memperkuat fondasi demokrasi melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, penguatan sumber daya manusia pengawas, pengelolaan data pengawasan, serta pemetaan potensi kerawanan yang mungkin terjadi pada tahapan yang akan datang.
Bawaslu Kabupaten Jepara menegaskan bahwa salah satu kunci terwujudnya demokrasi yang berkelanjutan adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan. Pada masa non tahapan, masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan literasi demokrasi, memahami aturan kepemiluan, serta berperan aktif sebagai pengawas partisipatif.
Partisipasi masyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, antara lain dengan mengikuti kegiatan sosialisasi kepemiluan, menjaga netralitas di lingkungan masing-masing, menolak praktik politik uang sejak dini, serta membangun budaya diskusi yang sehat dan bertanggung jawab terkait demokrasi. Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat menjaga kondusivitas sosial dengan menyaring informasi sebelum menyebarkannya, tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya, serta tetap menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan pilihan politik.
Baca Juga : Bawaslu Jepara Jajaki Kerja Sama Publikasi dengan Diskominfo
Dalam kultum tersebut juga disampaikan bahwa bagi Bawaslu, masa non tahapan merupakan waktu yang strategis untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengawasan pada Pemilu sebelumnya. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menyusun strategi pengawasan yang lebih efektif, terutama dengan mengedepankan langkah pencegahan melalui pemetaan potensi kerawanan sejak dini.
Bawaslu Kabupaten Jepara juga terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, media, dan komunitas, guna membangun ekosistem demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Melalui program Ngabuburit Pengawasan yang ditayangkan secara daring, Bawaslu Kabupaten Jepara mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi, karena demokrasi yang baik tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat.
Dengan adanya pengawasan yang kuat dari lembaga serta dukungan masyarakat yang sadar akan pentingnya demokrasi, diharapkan setiap tahapan Pemilu ke depan dapat berjalan lebih tertib, damai, dan berintegritas.
Penulis: Nurul Khotimatul K.
Foto: Zain Musthofa Kamal
Editor: Wahidatun Khoirunnisa